Ragam Penyakit Yang Berawal Dari Stres Yang Tidak Terobati

Kita tahu bahwa stres tak hanya masalah pikiran dan psikologis saja, tetapi juga bisa memicu masalah pada fisik. Semakin besar stres yang dihadapi, maka semakin besar pula masalah fisik yang mungkin muncul. Di bawah ini adalah Ragam Penyakit Yang Berawal Dari Stres Yang Tidak Terobati

Ragam Penyakit Yang Berawal Dari Stres Yang Tidak Terobati

Ragam Penyakit Yang Berawal Dari Stres Yang Tidak Terobati |  Setiap orang pasti memiliki masalah. Hal ini karena manusia tak pernah lepas dari berbagai masalah dalam hidupnya. Namun, tinggal bagaimana cara Anda menyelesaikan setiap permasalahan dalam hidup Anda. Jika Anda tidak bisa mengatasi permasalah dalam kehidupan Anda, stres bisa mengancam Anda.

Stres terjadi karena kurangnya kesiapan diri dalam menghadapi berbagai masalah dan tekanan dalam kehidupan. Kurangnya kesiapan diri ini menyebabkan Anda melihat suatu persoalan hidup sebagai permasalahan yang rumit sehingga sulit untuk mengatasinya. Berbagai masalah pun justru timbu jika Anda merasa stres, termasuk munculnya berbagai macam penyakit.

Masalah Kesehatan Akibat Stres

  • Penuruan libido

Stres dapat mengganggu kesehatan kepala hingga kehidupan seks. Stres yang mempengaruhi kinerja seksual juga menurunkan libido, juga kemungkinan muncul dalam bentuk ejakulasi dini, disfungsi ereksi, dan bentuk lain dari kesulitan mencapai orgasme.

  • Rasa sakit di bagian leher

Otot adalah target utama yang diserang oleh rasa stres. Ketika berada di bawah kondisi stres, otot-otot akan mulai menegang. Ketegangan otot ini dapat mempengaruhi saraf, pembuluh darah, organ, kulit, dan tulang. Tegang otot yang kronis juga dapat mengakibatkan berbagai kondisi dan ganggunan lain seperti kejang otot, kram, nyeri wajah atau rahang, bruxism (grinding gigi), tremor, dan kegoyahan.

  • Stres lari ke jantung

Stres dapat memainkan peran penyakit peredaran darah seperti penyakit jantung koroner, kematian jantung mendadak, dan stroke.

Fakta tersebut tidak mengherankan karena stres dapat meningkatkan tekanan darah, pembuluh darah, meningkatkan kadar kolesterol, memicu aritmia, dan mempercepat tingkat gumpalan darah manusia.

Saat ini stres juga dianggap sebagai faktor risiko utama penyakit jantung. Penyebab lainnya adalah merokok, kelebihan berat badan, juga kurangnya berolahraga. Penyakit jantung membunuh sebagian orang dengan usia di atas 50 tahun, dan jauh lebih banyak merenggut wanita di atas usia 65 tahun.

  • Rasa sakit di bagian perut

Sistem pencernaan juga menjadi sasaran empuk dari kondisi stres yang diderita seseorang. Stres dapat mempengaruhi sekresi asam dalam perut dan dapat mempercepat atau memperlambat proses peristaltik (kontraksi ritmis dari otot-otot di usus). Sembelit, diare, kehilangan gas, dan kembung, amat berhubungan dengan kondisi stres.

  • Stres dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh

Dalam dekade terakhir ini, bukti yang berkembang telah mendukung teori bahwa stres mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Para peneliti bahkan telah menciptakan nama tersendiri untuk bidang baru dalam sebuah studi yang disebut dengan psikoneuroimunologi. Bidang ini mempelajari hubungan antara suasana hati, emosi, tingkat hormonal, dan perubahan dalam sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh.

Penelitian telah menunjukkan bahwa stres dapat berperan dalam memperburuk berbagai gangguan sistem kekebalan tubuh seperti HIV, AIDS, herpes, metastasis kanker, infeksi virus, rheumatoid arthritis, dan alergi tertentu, serta kondisi autoimun lainnya.

  • Rambut rontok

Rata-rata rambut rontok 50 – 100 helai per hari. Namun jika seseorang mengalami stres berat, jumlah rambut rontok bisa tiga sampai empat kali lebih banyak. Untuk mengatasi efek ini, pastikan Anda mengonsumsi diet seimbang seperti ikan salmon yang mengandung protein, vitamin D, dan asam lemak omega-3. Walnut dan biji-bijian juga baik untuk mencegah rambut rontok.

  • Merusak kulit

Ketika stres, tubuh akan melepaskan hormon seperti cortisol yang bisa meningkatkan produksi minyak tubuh. Ini juga bisa memicu masalah kulit seperti eczema. Pada kondisi stres berat sebaiknya perhatikan perawatan kulit Anda karena kulit akan menjadi lebih sensitif terhadap kosmetik.

  • Pikun

Stres bisa membuat orang kehilangan fokus dan mudah pikun. Ini karena hormon stres, cortisol, menurunkan kinerja otak pre-frontal cortex yang berkaitan dengan penyimpanan ingatan jangka pendek. Stres berat juga bisa menyebabkan kepikunan dalam jangka panjang serta mengganggu proses penyimpanan informasi pada otak Anda.

Itu dia Ragam Penyakit Yang Berawal Dari Stres Yang Tidak Terobati. Maka dari itu jangan remehkan stres karena jika tidak segera diatasi, stres memicu dapat memicu masalah kesehatan seperti diatas. Dalam jangka panjang, bukan tak mungkin stres bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Baca Juga : daftar makanan yang dapat  menghilangkan stres Dampak Penggunaan Hair Dryer Terhadap Rambut

| Ragam Penyakit Yang Berawal Dari Stres Yang Tidak Terobati |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *